SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG SATRIA SILHKAN KLIK DAN MARI BERBAGI INFORMASI

OBRAL COKLAT POKA MURAH ABIZZZ

Followers

Realita kehidupan PSK ABG di jakarta

Written By satria on Tuesday, 30 July 2013 | 17:11

inilah realita tentang kisah kehidupan PSK ABG di jakarta , Saat razia tempat-tempat hiburan sedang marak-maraknya di bulan puasa, kebanyakan pekerja seks memang pulang kampung untuk libur sementara. Namun di berbagai sudut kota Jakarta, geliat kupu-kupu malam tetap semarak seperti biasanya.


Nancy, sebut saja demikian, adalah salah satu di antaranya. Setiap malam, remaja 19 tahun asal Medan, Sumatera Utara ini tetap membantu 'maminya' berjualan minuman di kawasan Prumpung, Jakarta Timur. Jika ada tamu yang menghendaki, Nancy pun menyediakan diri untuk dibawa ke losmen terdekat.

Masih di kawasan Jakarta Timur, Wati dari Purwakarta lebih terbuka saat mangkal di seberang Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Tanpa kedok berjualan minuman seperti yang dilakukan Nancy dan belasan remaja lain, perempuan 20 tahun ini terang-terangan menjajakan diri di pinggir jalan.

Sementara itu di ujung utara Kota Jakarta, kawasan Kolong Jembatan alias di Kojem di Kampung Baru, Cilincing menjadi salah satu pusat hiburan malam kelas menengah ke bawah yang tetap semarak di bulan puasa. Di tempat ini, gadis-gadis belasan tahun pun banyak dipekerjakan untuk menemani para tamu.

Kekhawatiran akan adanya razia tentu saja ada. Remaja asal Indramayu, Jawa Barat, Dewi (17) mengisahkan 2 rekan yang bekerja di kafe yang sama dengan dirinya terjaring razia pada malam sebelumnya. Bosnya harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menebusnya.

"Biasanya sih dari atas ada yang ngasih tahu kalau ada razia, jadi kita ngumpet dulu. Nggak tahu, kemarin itu untungnya saya sempat lari," kata Dewi yang belum setahun bekerja di kawasan Kojem kepada detikcom akhir pekan lalu.

Agak berbeda dengan rekan-rekan seprofesinya di pinggiran Jakarta, Tania (17) asal Pemalang Jawa Tengah yang menjadi pekerja seks di sebuah hotel di Mangga Besar Jakarta Pusat mengaku lebih tenang. Mami atau bosnya mengatakan urusan keamanan sudah dikoordinasikan sehingga keselamatannya lebih terjamin.

Nancy, Wati, Dewi maupun Tania sama-sama masih belia dan harus menjalankan pekerjaan berisiko tinggi. Tentunya bukan tanpa alasan jika para remaja ini nekat menjalankan pekerjaan tersebut dengan segala risikonya mulai dari razia, kekerasan seksual dari tamu dan infeksi berbagai penyakit.

Nancy mengaku punya utang Rp 5 juta ke maminya untuk beli ganja beberapa bulan lalu dan kini harus menebusnya dengan tetap bekerja meski di bulan puasa. Wati bukan pecandu, namun ia juga pernah mengambil 'cashbon' alias utang ke maminya saat harus mengirim uang ke kampung karena 2 orang adiknya butuh membayar uang sekolah.

Tak seperti Nancy, Dewi tidak memiliki utang ke bosnya yang sekarang karena baru sebulan pindah dari kafe lain, namun ia juga butuh ongkos untuk mudik ke Indramayu dan setoran bulanan untuk orang tuanya di kampung. Sementara Tania, justru tetap melayani panggilan lelaki hidung belang agar tidak harus ambil THR (Tunjangan Hari Raya).

"Kayak saya ini sebenarnya dapat THR, lumayan sih bisa buat bagusin rumah di kampung. Tapi ya itu, sebenarnya dihitung cashbon juga sih. Daripada nanti pulang dari kampung musti kerja keras buat ngelunasinya, mendingan tetap kerja dari sekarang," kata Tania.

Fasilitas THR memang diberikan oleh beberapa mami alias mucikari untuk para primadona, yakni pekerja seks 'berprestasi' yang dinilai mendatangkan banyak pelanggan. Besarnya THR ini bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga pada level tertentu nilainya bisa mencapai Rp 60 juta.

"Sekarang banyak bos-bos tempat hiburan yang memberikan THR bagi primadonanya. Jadi pekerja seks yang mendatangkan banyak pelanggan, ketika mau pulang kampung mereka dikasih THR," kata Wisnu, staf program di Yayasan Kusuma Buana yang mendampingi para pekerja seks di berbagai wilayah di Jakarta.

Jerat Hutang dan Perubahan Gaya Hidup

Meski beda kelas, Tania yang high-class dan rekan-rekannya di pinggiran Jakarta sebenarnya tengah dihadapkan pada masalah yang sama. Mereka terpaksa ambil risiko kerja malam di bulan puasa karena kebutuhan hidup yang tidak bisa ditunda. Utang adalah salah satu di antaranya, yang oleh Riza Wahyuni, SPsi, MSi dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Jawa Timur, dianggap sebagai perangkap.

Riza yang juga merupakan fasilitator IOM (International Organization for Migration) mengatakan, pekerja seks yang menjadi korban trafficking terkadang sulit melepaskan diri jika sudah terjerat utang. Bahkan sejak pertama kali datang, mereka sudah dibebani hutang yang akan terus bertambah.

Di daerah tertentu seperti Indramayu Jawa Barat, kerap ditemukan orang tua menjual anak perempuannya kepada agen atau calo. Awalnya, orang tua pinjam uang ke seseorang untuk memperbaiki rumah atau menyekolahkan anak, lalu setelah besar anak tersebut dipekerjakan sebagai pekerja seks di tempat orang tersebut untuk melunasi utang.

"Sebenarnya ada yang pintar. Misalnya dikatakan utangnya lunas kalau sudah melayani 100 tamu, nah dia selalu mencatat. Tetapi ketika sudah dapat 100, ternyata tidak bisa langsung berhenti. 'Kamu tidur di sini, makan saya yang bayari, berarti masih punya hutang lagi'," kata Riza.

Seorang relawan pendampingan pekerja seks di kawasan Jatinegara dan Matraman, Endang Suryanti membenarkan bahwa pekerja seks korban trafficking khususnya yang masih di bawah umur umumnya tidak punya banyak pilihan selain menurut pada bosnya. Apalagi, bos alias mami atau mucikari kerap memberikan fasilitas-fasilitas.

Fasilitas utang atau pinjaman merupakan salah satu kemudahan yang diberikan oleh para mami pada pekerja seks yang dinilai bisa dipercaya. THR seperti yang diperoleh Tania juga termasuk pinjaman, yang pada saatnya tetap harus dibayar dari hasil kerjanya sendiri.

"Kadang orang tua di kampung tidak mau tahu, tiap bulan minta dikirim sekian juta. Kalau nggak dapat, ya ambil cashbon. Maminya juga seneng, wong jadinya si anak jadi tambah lama di situ. Bukan ratusan lagi kalau utang, jutaan," kata Endang, mantan pekerja seks yang dilacurkan di usia 12 tahun dan kini menjadi Direktur Yayasan Bandungwangi.

Tentunya tidak semua pekerja seks tetap beroperasi di bulan puasa dengan alasan terjerat utang. Wisnu justru mengkhawatirkan para pekerja seks, khususnya yang menjadi korban trafficking, susah berhenti karena faktor lain yakni ketika mereka terlanjur merasa 'enjoy'.

"Yang paling berat adalah ketika mereka sudah 'enjoy'. Karena jika sudah menemukan dunia itu (prostitusi) dengan segala kemewahan dan kemudahan mendapatkan uang, ya susah," kata Wisnu, yang juga memiliki komunitas dampingan di Indramayu.

Berbagai kemewahan dan kemudahan mendapatkan uang dinilai Wisnu turut melahirkan perubahan gaya hidup di kalangan pekerja seks. Perubahan ini bisa dilihat dari fenomena 'bule-bule lokal' yang membanjiri daerah-daerah asal para pekerja seks seperti Indramayu mulai minggu-minggu pertama bulan Ramadan. Bule-bule lokal ini tampil dengan rambut dicat warna-warni, dandanan modis menurut ukuran masing-masing.

                                                                                                            sumber news.detik.com
17:11 | 1 comments | Read More

Artis sexy nikita mirzani terlibat perkelahian lagi sampe babak belur


lagi lagi artis sexy nikita mirzani tersandung masalah perkelahian , sekarang lebih parah lagi karena nikita sampai mengalami luka-luka yg cukup lumayan serius, dan sampai saat ini Polisi terus berupaya menemukan titik terang soal pertikaian artis seksi Nikita Mirzani dan mahasiswi Fitri Sri Handayani (25) alias Fia di kafe Golden Monkey, Jalan Dayang Sumbi, Kota Bandung. Guna mengungkap kasus serta siapa tersangkanya, polisi gencar memeriksa saksi dan memburu saksi baru.


"Hingga hari ini sudah 12 saksi dimintai keterangan, termasuk sekuriti kafe Golden Monkey. Memang untuk saksi belum optimal. Kami terus mendalami saksi-saksi. Nah, sewaktu saksi dimintai keterangan oleh penyidik, ada nama-nama baru yang disebut waktu kejadian berada di lokasi. Nama-nama baru itu kemungkinan kami panggil menjadi saksi," tegas Kasatrekrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko sewaktu ditemui di Mapolrestabes Bandung, Selasa (30/7/2013).


Menurut Trunoyudho, proses penyelidikan dan penyidikan terus berlangsung. Penyidik masih mencari dan mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang suatu tindak pidana yang terjadi.



"Sehingga kami bisa menemukan tersangkanya," kata Trunoyudho.

Ia menuurkan, pihaknya hingga kini baru menerima tiga laporan perkara penganiayaan di lokasi kafe Golden Monkey. Masing-masing pelapornya yakni Nikita Mirzani, dan Fia. Satu lagi pelapornya atasnama Yun Tjun. Pria itu melaporkan pihak Nikita.

"Tapi bukan Nikita sebagai terlapor. Yun Tjun tidak mengetahui identitas yang diduga menganiayanya," terang Trunoyudho

                                                            sumber news.detik.com
16:51 | 0 comments | Read More

Bilik narkoba di bangkalan

Written By satria on Sunday, 28 July 2013 | 08:31

inilah potret terbaru tentang peredaran narkoba di negri kita, sudah tidak tanggung tanggung lagi para pengedar narkoba menjajakan barang haramnya , bagai mana bisa dalam satu kampung bisa menjadi sarang yang empuk bagi peredaran narkoba, Sebanyak 64 kios dan bilik narkoba di Dusun Tapel, Desa Paresh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, dihancurkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur. Dusun itu dikenal dengan kampung Narkoba karena dijadikan tempat pesta dan transaksi sabu-sabu.

Kios dan bilik itu merupakan milik 20 kepala keluarga di dusun tersebut. Tokoh masyarakat yang juga mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin mengatakan, pemusnahan kampung narkoba itu sudah berdasarkan kesepakatan tokoh masyarakat setempat dan kesadaran masyarakat sendiri. Adanya bilik narkoba itu sudah jelas melanggar hukum dan masyarkat tidak mau larut dalam pelanggaran tersebut.

"Nanti masyarakat yang akan memusnahkannya sendiri. Hari ini hanya simbolis saja pemusnahannya," terang Fuad Amin, Ahad (28/7/2013).

Sementara Direktur Narkoba Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Andi Loediyanto menuturkan, pemberantasan dengan kesadaran masyarakat tersebut sebagai bentuk prestasi luar biasa dalam pemberantasan peredaran narkoba khususnya di kampung Kabupaten Bangkalan. Namun, di balik pemusnahan tersebut, Polisi bersama tokoh masyarakat akan mendampingi mereka secara persuasif untuk menghindari kejadian yang terulang kembali.

Tentu, kata Andi, peran Pemerintah Kabupaten Bangkalan akan berada di balik pendampingan tersebut. Entah apa yang akan dilakukannya ke depan setelah pemusnahan ini, sepenuhnya diserahkan kepada Pemkab Bangkalan.

Sebelumnya, pada Selasa (23/4/2013) lalu, Polres Bangkalan melakukan penggrebekan di kampung narkoba itu. Waktu itu, ditemukan sebanyak 37 bilik yang dijadikan tempat mengisap narkoba serta tiga orang berstatus PNS sedang menikmati sabu.

Bilik-bilik tersebut juga disediakan pintu rahasia yang bisa digunakan untuk melarikan diri ketika ada Polisi melakukan razia. Sehingga, sering kali Polisi pulang dengan tangan hampa.

Sejak dilakukan penggerebekan, Polisi langsung memberi police line pada bilik berukuran 2x3 meter itu sebelum hari ini dimusnahkan. Masyarakat di kampung Narkoba ini, sebelum dimusnahkan sangat kompak. Setiap kali petugas melakukan penggerebekan, jumlah hasil tangkapannya sedikit. Sebab para bandar narkoba itu diduga memiliki mata-mata yang bertugas melakukan pengawasan di pintu masuk desa.

                                                                                          sumber kompas.com
08:31 | 0 comments | Read More

Anak polisi di cekoki miras kemudian digilir rame-rame

Written By satria on Wednesday, 24 July 2013 | 15:46

R (15), remaja putri anak seorang polisi, ditipu dan disetubuhi oleh dua remaja pria, A (17) dan W (16). Kedua tersangka dibekuk tim buru sergap (buser), Selasa (23/7/2013) pukul 14.00.

Demikian disampaikan Kasubag Humas Polres Jakarta Barat (Jakbar) Komisaris Wirantina. Ia menjelaskan, A, warga Kapuk, Cengkareng, Jakbar, berkenalan dengan R lewat Facebook. R tinggal bersama kakaknya, yang juga seorang polisi, di Cengkareng. Ayah R tidak tinggal di Batuceper, Tangerang, Banten.

Pada Rabu (17/7/2013) pekan lalu, A bertemu R di rumah A di Kapuk, Cengkareng. Setelah memberi minuman dan obat perangsang kepada korban, A menyetubuhi R.

Pada Minggu (21/7/2013), A membawa R ke rumah temannya, W, di kawasan Tambora, Jakbar. Di sana, R kembali diberi minuman keras dan obat perangsang. Saat korban teler, A dan W menyetubuhi R secara bergilir.

Selasa (23/7/2013) pagi kemarin, ayah R melaporkan kasus yang menimpa putrinya ke Polres Jakbar. Polres Jakbar kemudian mengerahkan tim buser untuk menangkap pelaku.

"Saat ditangkap, A dan W ada di rumah W di Tambora, sementara R dalam keadaan mabuk setelah dicekoki minuman keras dan obat perangsang

                                                                                                                             sumber kompas.com
15:46 | 0 comments | Read More

Eyang subur maen film layar lebar

Written By satria on Monday, 22 July 2013 | 16:17

eyang subur main film layar lebar

lagi-lagi kabar mangejutkan datang dari eyang subur

, Setelah Arya Wiguna, mantan muridnya, kini Eyang Subur yang bakalan menjadi artis. Ya, kisah cinta Eyang Subur akan diangkat ke layar lebar.

Adalah kuasa hukumnya, Ramdhan Alamsyah, yang kini beralih menjadi produser, berencana mengangkat kisah kliennya tersebut. "Kita produseri, angkat kisah Eyang Subur. Kita tonjolkan romansa kemanusiaan, mulai dari kecil, remaja, sampai dewasa," ujar Ramdhan Alamsyah saat jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2013).

Film yang akan diberi judul Antara Cinta dan Syariat itu akan lebih menceritakan percintaan Eyang Subur dengan istri pertamanya, Ny Heri.

Menurut Ramdhan, film ini juga akan mengangkat sisi misteri soal kedelapan istri dan rahasia utuhnya rumah Subur, sedangkan rumah di sekitarnya justru ludes terbakar si jago merah. "Film ini akan menjawab kabar yang selama ini ada di masyarakat. Lewat film ini, masyarakat dapat menilai langsung dan mengenal secara personal sosok Eyang Subur," lanjut Ramdhan.

Rencananya, Antara Cinta dan Syariat akan tayang pada September 2013.

Mengenai siapakah aktor yang akan menjadi Subur muda, Ramdhan belum bisa membeberkannya. "Kontraknya belum ditanda tangan. Nanti saja setelah kontraknya ditanda tangan," kilahnya.

kita tunggu saja eyang subur maen film layar lebar

                                                                                                     sumber:kompas.com
16:17 | 0 comments | Read More