SELAMAT BERKUNJUNG DI BLOG SATRIA SILHKAN KLIK DAN MARI BERBAGI INFORMASI

contoh makalah kunjungan binary tree

Written By herman abdee on Tuesday, 23 April 2013 | 03:49



   STRUKTUR DATA
      ♣ KUNJUNGAN PADA POHON BINER ♣




           Nama Kelompok :

1.Leonard P. Malau     12120774
2.Nurul Suhartatik     12122167
3.Bohaerudin           12120327
4.Dwi Sudarwati        12120498
5.Herman Pirwaniadi    12120937
6.Dedy Kurniawan       12120453

     Kelompok 3 (Leafe)
   Manajemen Informatika
          122D03
      




       BINA SARANA INFORMATIKA

KATA PENGANTAR

Puji  Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dariNya kami selaku Kelompok  3  dapat  menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya, walaupun dalam keadaan yang sangat sederhana. Makalah ini berisikan tidak lanjut dari materi pembelajaran kita di Pertemuan 10 yang membahas tentang Kunjungan Pada Pohon Biner. Dengan segala keterbatasan yang kami miliki kami sajikan makalah ini dalam bentuk yang sangat sederhana maka dari itu kami selaku panyaji meminta maaf yang sebesar-besarnya jika makalah ini masih begitu banyak kekurangan, baik itu yang kami sengaja  ataupun tidak sengaja  karena ini semua masih dalam proses pembelajaran kami yang tentunya tak  lepas dari kodrad kami sebagai manusia biasa yang  tak akan pernah luput dari kesalahan dan tentunya makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk memberikan wawasan kepada kalian semua bagi para pembaca. Untuk itu kepada dosen kami untuk meminta masukan, kritikan atau saran yang membangun untuk melengkapi kekurangan yang ada di makalah ini. Atas perhatiannya kami selaku Kelompok 3 mengucapkan terima kasih.












Tangerang, 15 Desember 2012
DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN……………………………............................................................................................................1
1.1. Latar Belakang………………………………………………………………………………………………………………………..………1
1.2. Batasan Masalah……………………………………………………………………………………………………………………………3
1.3. Tujuan……………………………………………………………………………………………………………………………………………3
BAB II
PEMBAHASAN…………………………….............................................................................................................4
II.1. Pengertian Kunjungan Pohon Biner……………………………………………………………………………………….………4
II.2. Aplikasi Pohon Biner………………………………………………………………………………………………………………………4
II.3. contoh program…………………………………………………………………………………………………………………………….5
II.4. tampilan program………………………………………………………………………………………………………………………….9
BAB III
PENUTUP…………………………………............................................................................................................10
III.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………………………………….10
III.2. Saran…………………………………………………………………………………………………………………………………………10
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA …………………………………..............................................................................................11
BAB V
FORM PENILAIAN PRESENTASI………………………………………………………………………………………………………….12



BAB I
PENDAHULUAN
Sebuah pohon biner adalah grafik asiklis yang terhubung dimana setiap tingkatan dari sudut tidak lebih dari 3. Ini dapat ditunjukan bahwa dalam pohon biner manapun, terdapat persis dua atau lebih simpul dengan tingkat satu daripada yang terdapat dengan tingkat tiga, tetapi bisa terdapat angka apa saja dari simpul dengan tingkat dua. Sebuah pohon biner berakar merupakan sebuah grafik yang mempunyai satu dari sudutnya dengan tingkat tidak lebih dari dua sebagai akar.
Dengan akar yang dipilih, setiap sudut akan memiliki ayah khusus, dan diatas dua anak; bagaimanapun juga, sejauh ini terdapat keterbatasan informasi untuk membedakan antara anak kiri atau kanan. Jika kita membuang keperluan yg tak terkoneksi, membolehkan bermacam koneksi dalam komponen di gafik, kita memanggil struktur sebuah hutan (forest).
1.1. Latar Belakang
Dalam pemograman Pada garis besarnya, Data dapat dikategorikan menjadi :
A. Type Data Sederhana / Data Sederhana
Terdiri dari :
1.       Data Sederhana Tunggal
Misalnya : Integer, Real/Float, Boolean dan
Character
2.       Data Sederhana Majemuk
Misalnya : String

B. Struktur Data

Terdiri dari :
1.       Struktur Data Sederhana
Misalnya Array dan Record
2.       Struktur Data Majemuk
Terdiri dari :
a.        Linier
Misalnya : Stack, Queue dan Linear Linked List.
b.       Non Linier
Misalnya : Pohon (Tree), Pohon Biner (Binary
Tree), Pohon Cari Biner (Binary Search Tree), General Tree serta Graph. Dan dalam kesempatan kali ini kelompok kami akan mempersentasikan tentang kunjungan pohon biner (binary tree).
Kunjungaan pada pohon biner merupakan salah satu operasi yg sering dilakukan pada suatu pohon binar tepat satu kali (binary tree traversal) operasi ini terbagi menjadi 3 bentuk :
1.       Kunjungan secara preorder(depth firs order) yg mempunyai urutan
a.        Cetak simpul yg dikunjungi / simpil akar
b.       Kunjungin cabang kiri
c.        Kunjungi cabang kanan     


2.       Kunjungan secara inorder(symmetric order) yang mempunyai urutan
a.        Kunjungi cabang kiri
b.       Cetek simpul yg dikunjungi /simpul akar
c.        Kunjungi cabang kanan
 Kunjungan secara postorder yg mempunyai urutan
a.        Kunjungi cabang kiri
b.       Kunjungi cabang kanan
              c.        Cetak simpul yg dikunjungi /simpul aka r                                                        

1.2. Batasan Masalah
Pada makalah ini hanya akan dibahas seluk beluk dari struktur pohon (tree) berkaitan dengan :
1.       Pengertian dari kunjungan pada pohon biner.
2.       Jenis-jenis dari kunjungan pohon biner.

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.       untuk mengtahui definisi dari kunjungan pada poho biner.
2.       untuk mengetahui bagaimana pembagian jenis-jenis kunjungan pada pohon biner.


BAB II
PEMBAHASAN

II.1.Pengertian Kunjungan Pada Pohon Biner
Ada tiga macam kunjungan pada pohon biner, yaitu kunjungan PreOrder, InOrder, dan PostOrder. Selain itu ada kunjungan LevelOrder, yaitu yang berdasarkan kedudukan tiap simpul dalam pohon. Keempat kunjungan itu dibagi menjadi orientasi, yaitu left to right oriented (LRO) atau kunjungan dilakukan di cabang kiri dulu baru ke cabang kanan dan right to left oriented (RLO) atau kunjungan dilakukan di cabang kanan dulu baru ke cabang kiri.
1.       Kunjungan PreOrder :
Kunjungan PreOrder LRO atau sering disebut dengan depth first order menggunakan urutan sebagai berikut : 1. Cetak isi simpul yang dikunjungi (simpul akar) 2. Kunjungi cabang kiri 3. Kunjungi cabang kanan.
2.       Kunjungan InOrder :
Kunjungan InOrder LRO atau sering disebut dengan symmetric order menggunakan urutan sebagai berikut : 1. Kunjungi cabang kiri 2. Cetak isi simpul yang dikunjungi 3. Kunjungi cabang kanan.
3.       Kunjungan PostOrder
Kunjungan PostOrder LRO menggunakan urutan sebagai berikut : 1. Kunjungi cabang kiri 2. Kunjungi cabang kanan 3. Cetak isi simpul yang dikunjungi.

II.2.Aplikasi Pohon Biner
               Pada bagian ini akan di bahas tenang bagaimana menusun sebuah pohon Biner yang apabila di kunjungi secara :
              1. PreOrder menghasilkan notasi Prefix.
             2. InOrder mengasilkan notasi Infix.
             3. PostOrder mnghasilkan notasi Postfix.
            
                                                                                               

II.3.Contoh Program :

#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <stdlib.h> // dibutuhkan untuk system("cls");

struct tree_node
{
tree_node* left;
tree_node* right;
int data;

};

tree_node* root;

bool isEmpty()
{return root==NULL;}

void insert(int d)
{
tree_node* t = new tree_node;
tree_node* parent;
t->data = d;
t->left = NULL;
t->right = NULL;
parent = NULL;
if(isEmpty())root = t;
else
{
tree_node* curr;
curr = root;

while(curr!=NULL)
{
parent = curr;
if(t->data > curr->data) curr = curr->right;
else curr = curr->left;
}
                                                                            5
if(t->data < parent->data)
parent->left = t;
else
parent->right = t;
}
}
void inorder(tree_node* p)
{
if(p!=NULL)
{
if(p->left)
inorder(p->left);
cout<<" "<<p->data<<" ";
if(p->right)
inorder(p->right);
}
else
return;
}


void print_inorder()
{
inorder(root);
}

int count(tree_node* p)
{
if(p==NULL)return 0;
return count(p->left) + count(p->right) + 1;
}

int height(tree_node* p)
{
if(p==NULL)return 0;
int u = height(p->left),v = height(p->right);
if(u > v)
return u+1;
else
return v+1;
}
void cari_terbesar(tree_node* p)                     
                                                                            6
{
if(p==NULL)
return;
else
if(p->right==NULL)
{
cout<<" "<<p->data<<" ";
return;
}
else
{
cari_terbesar(p->right);
return;
}
}

int main()
{
root=NULL;
int ch,tmp;
while(1)
{
system("cls"); // Saya mengganti scrclr() karena dicompiler sy tidak ada fungsi tersebut
cout<<endl;
cout<<"Menu Utama Operasi Pohon Biner"<<endl;
cout<<"--------------------"<<endl;
cout<<"1. Insert/Tambah Data"<<endl;
cout<<"2. Kunjungan In-Order"<<endl;
cout<<"3. Kunjungan Pre-Order"<<endl;
cout<<"4. Kunjungan Post-Order"<<endl;
cout<<"5. Hapus Data"<<endl;
cout<<"6. Menghitung Jumlah Node"<<endl;
cout<<"7. Menghitung Tinggi Pohon"<<endl;
cout<<"8. Mencari Data Terkecil"<<endl;
cout<<"9. Mencari Data Terbesar"<<endl;
cout<<"10. Exit"<<endl;
cout<<"Pilihan Anda : ";
cin>>ch;
cout<<endl;
switch(ch)
{
case 1 : cout<<"Masukan Data : ";     

                                                                           
cin>>tmp;
insert(tmp);
break;
case 2 : cout<<endl;
cout<<"Kunjungan In-Order"<<endl;
cout<<"---------------"<<endl;
print_inorder();getch();
break;
case 6 : cout<<"Menghitung Jumlah Node"<<endl;
cout<<"------------------"<<endl;
cout<<"Jumlah Node = "<<count(root);
getch();
break;
case 7 : cout<<"Menghitung Tinggi Pohon"<<endl;
cout<<"------------------"<<endl;
cout<<"Tinggi Pohon = "<<height(root);
getch();
break;
case 9 : cout<<"Mecari Data Terbesar"<<endl;
cout<<"------------------"<<endl;
cout<<"Data Terbesar Adalah = "<<endl;
cari_terbesar(root);
getch();
break;
case 10 : return 0;
break;
default: cout<<"Pilihan yang Anda Masukkan salah!"<<endl;
getch();
break;
}
}
}

BAB III
PENUTUP

1.1. Kesimpulan
Dari uraian pada pembahasan yang disajikan, maka dapat ditarik
sebuah kesimpulan bahwa : Pada dasarnya Sebuah pohon biner memiliki operasi traversal yaitu suatu kunjungan pada
suatu simpul tepat satu kali. Dengan melakukan kunjungan lengkap kita akan
memperoleh urutan informasi secara linier yang tersimpan di dalam pohon biner.

1.2.Saran
Adapun syaran yang dapat kami sampaikanyaitu :
1.Semoga makalah ini dapat dimanfaatkan sesuai pada tempatnya.
2. Kami mohon maaf jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam pembuatan
makalah ini.
3. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
guna untuk perbaikan makalah selanjutnya.
4.Semoga makalah ini dapat digunakan sesuai dengan metode
pembelajaranyang sedang di anut oleh Mahasiswa Mahasiswi sekarang ini.


BAB IV
DAFTAR PUSTAKA


·         http://id.wikipedia.org
www.Google.com


0 comments:

Post a Comment